Category: Mancanegara

  • Polisi Indonesia Mengabdi Tanpa Tepi Menjaga Ketenangan Dan Menyatu dengan Rakyat

    Polisi Indonesia Mengabdi Tanpa Tepi Menjaga Ketenangan Dan Menyatu dengan Rakyat

    JAKARTA – Di balik seragam yang dikenakan, seorang polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan memastikan kehidupan berjalan dengan aman dan tenteram. Pengabdian tersebut bukan semata-mata tentang menjalankan tugas, melainkan juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

    Pesan mengenai makna pengabdian itu menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi seharusnya tidak menimbulkan rasa takut, tetapi menghadirkan perlindungan, kepedulian, dan rasa percaya. Hubungan antara polisi dan masyarakat pun perlu dibangun melalui kedekatan, komunikasi, serta komitmen untuk saling menghormati.

    View on Threads

    Pada hakikatnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak kejahatan atau penyelesaian masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Upaya pencegahan, pemeliharaan keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengabdian tersebut.

    Pengabdian yang Dirasakan Masyarakat

    Makna keberadaan polisi dapat dilihat dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ibu dapat mengantar anaknya ke sekolah dengan tenang, pedagang bisa mencari nafkah tanpa dihantui rasa takut, dan anak-anak dapat bermain dengan aman di lingkungan tempat tinggalnya.

    Situasi tersebut mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun, terciptanya rasa aman merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat yang tidak terlepas dari upaya berbagai pihak dalam menjaga ketertiban.

    Tidak semua masyarakat mengetahui siapa petugas yang berjaga atau melakukan pengamanan di lingkungan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan polisi yang bertugas menjaga keamanan di suatu wilayah.

    Meski demikian, kondisi masyarakat yang dapat menjalani aktivitas tanpa rasa khawatir menjadi salah satu gambaran penting dari keberhasilan pengabdian tersebut.

    Kebahagiaan seorang polisi tidak semestinya hanya diukur melalui penghargaan, pujian, atau pengakuan atas pekerjaannya. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin ketika masyarakat yang dilindungi dapat hidup dengan aman, tenteram, dan sejahtera.

    Membangun Kedekatan dan Kepercayaan

    Hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui kewenangan atau simbol pangkat, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan pelayanan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

    Komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap persoalan warga, serta kesediaan untuk mendengarkan aspirasi menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan tersebut.

    Polisi juga merupakan bagian dari masyarakat. Kehadirannya bukan untuk berdiri berseberangan dengan warga, melainkan bekerja bersama demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

    Karena itu, upaya menghilangkan jarak antara polisi dan masyarakat perlu terus dilakukan. Hubungan yang dilandasi kejujuran, kepedulian, dan rasa saling percaya dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

    Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung terciptanya keamanan. Kepedulian terhadap lingkungan, sikap saling menghormati, serta kemauan untuk bekerja sama dapat membantu mencegah terjadinya gangguan ketertiban.

  • Kapolda Metro Jaya Luncurkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah

    Cegah Perundungan di Sekolah, Kapolda Metro Jaya Luncurkan Program FKPMS di 11 Sekolah

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meluncurkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) pada Rabu (11/3/2026) di Jakarta sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan, deteksi dini, dan penyelesaian persoalan di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur kewilayahan, pihak sekolah, serta para pelajar, sebagai bentuk sinergi bersama guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di lingkungan sekolah.

    Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa sekolah dan madrasah merupakan tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa yang harus dijaga agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif. Launching FKPMS ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan di lingkungan pendidikan, mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang akibat tekanan sosial. Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya juga menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jakarta, sehingga perlindungan terhadap anak dinilai masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan terpadu.

    “Kehadiran FKPMS merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Forum ini dihadirkan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pemecahan masalah secara cepat dan tepat, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Melalui forum tersebut, komunikasi antarunsur sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat dikenali sejak awal, dipetakan dengan baik, dan ditangani secara cepat serta tepat. Kapolda Metro Jaya juga menekankan pentingnya peran para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta para ketua OSIS dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Jakarta Pusat dalam membangun budaya sekolah yang sehat, disiplin, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan ini juga diikuti oleh 11 sekolah melalui Zoom Meeting sebagai embrio pembentukan FKPMS di wilayah Jakarta. Langkah tersebut diharapkan dapat diperluas dan ditiru oleh sekolah-sekolah lainnya sebagai upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.

    “Dengan adanya embrio FKPMS di 11 sekolah, kami berharap forum kemitraan ini dapat terus dikembangkan di wilayah Jakarta dan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lainnya. Polda Metro Jaya akan terus mendukung langkah-langkah preventif dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional demi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Launching FKPMS diharapkan menjadi awal dari kerja bersama yang lebih nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan berkelanjutan. Ke depan, forum ini diharapkan mampu menghadirkan peta kerawanan sekolah, jalur komunikasi yang jelas, ruang konseling dan penyelesaian masalah, serta keterlibatan aktif seluruh unsur terkait. Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan, sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat dan upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.